Posts

Struktur Batin Manusia: Belajar Mendengar dari Qalb, Bukan dari Ego

Image
Kita sering merasa mendengar petunjuk, tapi jarang bertanya: siapa di dalam diri kita yang sedang mendengar? Artikel ini mengajak turun ke struktur batin manusia —membedakan suara nafs , kejernihan qalb , dan hening ruh —agar spiritualitas tidak lagi bising, tapi pulang ke pusat. Kebingungan batin sering kali tidak lahir karena kita kurang berdoa, kurang belajar, atau kurang niat. Ia lahir karena satu kesalahpahaman mendasar: kita mengira diri kita hanya satu “aku”. Padahal, manusia bukan satu suara tunggal. Ia adalah ruang batin yang berlapis , tempat berbagai dorongan, kesadaran, dan kedalaman saling berinteraksi—kadang selaras, sering kali saling tarik-menarik. Di sinilah awal dari banyak konflik spiritual bermula. Lapisan-Lapisan di Dalam Diri Dalam tradisi tasawuf , manusia dipahami memiliki struktur batin yang jelas. Bukan untuk dikotak-kotakkan, tetapi untuk disadari fungsinya . Jasad adalah tubuh fisik—alat kita hadir di dunia. Nafs adalah dorongan keakuan—tempa...

Bahagia Bukan Karena Keinginan: Mengalir dalam Kehendak Sejati

Image
  Bahagia bukan soal terpenuhinya keinginan, melainkan soal melepaskannya. Dari hati yang cukup, kehendak sejati mengalir tanpa paksaan. Artikel ini mengulas perbedaan desire dan will, serta teladan tokoh dunia yang hidup selaras dengan arus Ilahi Apakah kebahagiaan datang dari tercapainya keinginan? Pertanyaan ini sederhana, tetapi jawaban yang muncul sering kali penuh paradoks. Banyak orang berpikir bahwa semakin banyak keinginan terpenuhi, semakin bahagia hidupnya. Namun kenyataannya, begitu satu keinginan tercapai, muncul lagi keinginan baru. Dan ketika keinginan itu tidak tercapai, muncullah kekecewaan, bahkan penderitaan. Maka hidup pun seolah berputar dalam roda tanpa ujung: mengejar, mendapatkan, merasa lega sebentar, lalu mengejar lagi. Pengajian Tiga Fakir mengajak kita untuk melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih dalam. Mereka membedakan antara keinginan (desire) dan kehendak (will/iradah) . Keinginan lahir dari rasa kurang—dari shortage yang terus mendoro...

Bahagia Itu Cukup di Dunia, Lapang di Batin

Image
  Bahagia sejati bukan soal menumpuk harta atau mengejar gengsi. Dunia hanya perlu dijalani secukupnya, sementara batin ditumbuhkan agar berkelimpahan dengan syukur, kasih, dan kebijaksanaan. Dari keseimbangan inilah surga bisa hadir di sini dan kini Pendahuluan Apakah kebahagiaan selalu identik dengan kepemilikan materi? Kita sering mendengar ungkapan bahwa semakin banyak harta, semakin tinggi status sosial, maka semakin bahagialah hidup seseorang. Namun, kenyataan sehari-hari sering menunjukkan sebaliknya. Di tengah limpahan barang mewah dan pencapaian prestisius, tidak sedikit orang yang tetap merasa hampa, gelisah, bahkan tertekan. Kebahagiaan, ternyata, bukanlah tentang seberapa banyak yang kita kumpulkan, melainkan bagaimana kita menakar “cukup” dan menumbuhkan rasa “lapang.” Dunia ini memang menyediakan banyak hal yang bisa dikejar, tetapi tubuh kita memiliki batas, waktu kita terbatas, dan energi kita pun terbatas. Justru ketika kita terus memaksa diri melewati kapasitas,...

Misi Jiwa dan Misi Roh: Menemukan Kurikulum Kehidupan dan Jalan Pulang kepada Tuhan

Image
  Tulisan ini mengajak kita menyelami unsur-unsur terdalam dalam diri manusia—jasmani, jiwa, ruh, hati, dan kesadaran. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan reaktif, sering kali kita lupa bahwa kita bukan hanya tubuh atau pikiran, tetapi ada sesuatu yang lebih halus, lebih diam, dan lebih sejati dalam diri kita. Melalui perenungan yang sederhana namun dalam, tulisan ini mengundangmu untuk hadir sepenuhnya, mengamati tanpa menghakimi, dan perlahan-lahan mengenali siapa sebenarnya “aku” yang sedang hidup. Sebuah perjalanan pulang ke dalam, menuju kedamaian yang tak bergantung pada dunia luar Hidup sebagai Perjalanan Kesadaran Dalam setiap denyut kehidupan, manusia sering bertanya: “Untuk apa aku hidup? Apa misi yang sebenarnya harus kutunaikan di dunia ini?” Pertanyaan itu tidak pernah sederhana, sebab ia menyentuh inti keberadaan kita sebagai makhluk yang tidak hanya hidup secara jasmani, tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang lebih dalam. Banyak orang mengira bahwa tujuan h...